Kasino "online" di macao. - Kasino "online" di macao.

Perjalanan Lobster dari Ransum Narapidana sampai Jadi Makanan Mewah 「Football Handicap Teaching」Halaman 2

  • 时间:
  • 浏览:0

FootbFootball Handicap Teachingall Handicap Teachingbaca Football Handicap Teachingjuga: 4 Jenis Tepung buat Goreng Ikan dan Seafood, dari Terigu sampai Tepung Beras

Orang-orang yang tinggal jauh dari laut, dapat membeli lobster kaleng dengan harga murah. Saat itu lobster kaleng menjadi produk paling populer di pasar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Lobster diberikan kepada narapidana di penjara, budak, dan pelayan agar protein mereka terpenuhi.

Pada era Perang Dunia II, lobster dianggap sebagai makanan yang sangat lezat. Setelah PD II berakhir, ekonomi Amerika Serikat meledak dan lobster banyak disantap oleh orang kaya.

Sejak saat itu, harga lobster terus naik bahkan sampai sekarang lobster dianggap sebagai makanan mewah.

Dari yang tadinya makanan untuk narapidana di penjara dan budak, lobster disajikan di sesi makan malam mewah khusus orang kulit putih Amerika Serikat. 

Permintaan akan lobster yang tinggi, membuat restoran lobster bermunculan begitu pula dengan terbitnya buku masak dan resep lobster.

Baca juga: Apa Alasan Edhy Prabowo Cabut Larangan Ekspor Benih Lobster Era Susi?

Kedudukan lobster yang sebelumnya dianggap hama "kecoak laut", berubah menjadi komoditas pada 1880an dengan harganya yang terus naik.

Lobster segar tiba-tiba saja populer di kalangan turis yang berkunjung ke kawasan New England (Maine, Vermont, New Hampshire, Massachussetts, Connecticut, dan Pulau Rhode).

Ketika terjadi gagal panen atau musim dengan cuaca ekstrem, lobster menjadi alternatif makanan bagi orang tak mampu.

Bahkan dalam kontrak pelayan di Massachusetts, para pelayan menuntut mereka hanya mau makan lobster dua kali dalam seminggu.

Hal ini menandakan kalau lobster benar-benar makanan yang tidak diminati.

Mereka juga dapat pergi menuju daerah pesisir naik kereta untuk menikmati lobster segar.

Reputasi lobster membaik ketika teknologi makanan kaleng muncul dan industri kereta yang semakin maju pada 1800an.